Jadi Nomor Satu Dunia Lagi Target Federer

Jadi Nomor Satu Dunia Lagi Target Federer – Di usianya yang telah mendekati 36 tahun, Roger Federer masih bercita-cita bisa kembali menduduki posisi nomor satu dunia lagi. Petenis Swiss tersebut menyebut urusan tersebut akan paling berarti baginya.

Federer baru saja merebut gelar kedelapan di Wimbledon berkat kemenangannya atas Marin Cilic di final, Minggu (16/7/2017). Dengan koleksi delapan gelar di Wimbledon, dia menjadi petenis putra tersukses di ajang tersebut, mendahului rekor William Renshaw dan Pete Sampras (7 gelar).

BACA JUGA: Usai Cilic Dibenam Federer Unggul Sebagai Juara

Kesuksesan Federer di Wimbledon pun membuat peringkatnya ikut terangkat. Dia sekarang menempati peringkat ketiga dengan 6.545 poin, di bawah Andy Murray (7.750) dan Rafael Nadal (7.465). Sementara posisi keempat ditempati Novak Djokovic dengan 6.325 poin.

Dalam karier profesionalnya, Federer pernah menjadi petenis nomor satu dunia sekitar 302 pekan dalam tiga periode berbeda. Dia bercita-cita kembali ke posisi tersebut sesudah terakhir menempatinya pada Juli-November 2012 lalu.

“Saya pikir ini bakal menjadi kompetisi antara tiga atau empat orang. Atau barangkali antara dua orang antara saya dan Rafa pada sebuah waktu, saat Andy bakal turun dari posisi nomor satu dunia. Namun, andai Andy tiba-tiba mulai menang lagi, kami pun harus menang lagi. Tapi, andai dia mulai kehilangan poin, kami akan menjangkau posisi itu,” ujar Federer laksana dikutip The Telegraph.

BACA JUGA: Latihan di Lithuania Timnas Basket Tunggu Surat Setneg

“Saya pikir tersebut saya dan bukan Rafa. Karena pulang ke posisi nomor satu dunia akan paling berarti untuk saya. Saya mesti bicara dengan kesebelasan dan menyimpulkan seberapa keras saya bakal mengejarnya dalam jangka pendek supaya saya dapat menjadi nomor satu dunia paling tidak sekali lagi dalam karier saya,” tambahnya.

“Atau barangkali sebenarnya targetnya ialah untuk menyelesaikan tahun sebagai nomor satu dunia, yang mana lebih berarti? Tapi, untuk saya barangkali tak terdapat bedanya antara menjadi petenis nomor satu dunia sekitar satu pekan atau menyelesaikan tahun sebagai nomor satu dunia. Jadi, saya mesti bertemu dengan kesebelasan dan mendiskusikan soal tersebut dalam pekan-pekan mendatang,” kata pengoleksi 19 gelar Grand Slam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *